AEP Nusantara Plantations menerapkan strategi pengelolaan tanah yang komprehensif untuk mencegah erosi, menjaga unsur hara, dan memelihara kesehatan tanah, serta menghindari kegiatan budidaya di area sensitif dengan kemiringan curam, tanah marjinal, atau nilai konservasi tinggi.
Grup kami menghindari pembukaan lahan di area dengan kemiringan sangat curam, tanah marjinal, serta area bernilai konservasi tinggi atau dengan stok karbon tinggi. Di wilayah berbukit, kami menerapkan terasering, desain jalan strategis, dan sistem drainase untuk meminimalkan erosi tanah, mencegah longsor, serta menjaga air dan unsur hara.
Kami menerapkan sistem pengelolaan air yang canggih, termasuk silt pit dan stop bund, untuk mengendalikan limpasan air, menjebak sedimen, serta menjaga sumber daya air sekaligus mencegah degradasi tanah.
Sistem Silt Pit & Stop Bund
Standar Terasering Profesional
Pertumbuhan tanaman penutup berupa legum yang rapat seperti Mucuna bracteata merupakan praktik standar di area kebun belum menghasilkan untuk menjaga kelembapan tanah, mengendalikan erosi, menekan gulma, dan mengoptimalkan penggunaan pupuk. Di area kebun menghasilkan, kami menyusun pelepah hasil pemangkasan secara strategis untuk mempertahankan kelembapan dan mencegah pengikisan tanah.
Penutup Tanah Alami dengan Spesies Nephrolepis
Di sebagian besar gawangan, kami secara aktif mendorong pertumbuhan rumput lunak dan spesies Nephrolepis sebagai penutup tanah alami, yang semakin meningkatkan konservasi tanah dan stabilitas ekosistem.
Beberapa kebun menerapkan aplikasi Palm Oil Mill Effluent (POME) pada barisan tanaman sebagai bagian dari strategi pengelolaan tanah yang komprehensif. Upaya ini menjaga kualitas tanah sekaligus secara signifikan mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.
Aplikasi Janjangan Kosong Sawit
Aplikasi POME untuk Peningkatan Kesuburan Tanah
Metode pemupukan organik ini mencerminkan komitmen kami terhadap operasional nol limbah sekaligus meningkatkan kesuburan tanah melalui siklus hara alami.
Pengurangan kehilangan tanah sebesar 70-80% melalui terasering yang tepat
Retensi air 40–50% lebih baik dengan penutup tanah
Pengurangan penggunaan pupuk kimia sebesar 30–40%
Teras berbasis kontur untuk stabilisasi lereng
Mucuna bracteata untuk fiksasi nitrogen
Aplikasi TKKS dan POME untuk pemupukan alami
Silt pits and drainage for controlled runoff
Tertarik dengan riset pengelolaan tanah kami atau potensi kolaborasi? Hubungi kami: ehs.aepmi@aepplantations.id
Kontak
English
Indonesia